Polemik Kepergian Sri Mulyani

12 Mei 2010 pukul 10:38 am | Ditulis dalam sebar isu | 6 Komentar

Keputusan Sri Mulyani untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan menimbulkan polemik dimasyarakat. Sri Mulyani mengundurkan diri sebagai Menkeu dikarenakan beliau ditawarkan untuk menjadi Managing Director di World Bank yang membawahi wilayah Amerika Latin dan Karibia, Asia Pasifik, dan Afrika Utara. Disatu sisi masyarakat menyambut baik perginya Sri Mulyani ke Worl Bank sebagai salah satu putri bangsa yang kenerjanya diakui oleh dunia. Namun disisi lain ada yang menyayangkan kepergian beliau karena sedang diperiksa terkait kasus bailout dana bank cantury yang masih belum selesai.

Perginya Sri Mulyani ke World Bank yang berkantor di Amerika Serikat diduga bermuatan politis. Ditengah hiruk pikuknya kasus Century yang mengharuskan ibu sri Mulyani di periksa oleh KPK, beliau malah “kabur” keluar negeri. Bahkan kepergiannya ke luar negeri diduga sudah direncanakan sejak beberapa bulan yang lalu. Salah satu anggota DPR berpendapat bahwa perginya Sri Mulyani menunjukkan adanya upaya untuk memperingatkan politisi agar tidak mengusik Sri Mulyani, dengan harapan proses hukum terhadap dugaan pelanggarannya dalam proses bailout Bank Century dapat diabaikan.

Selain itu diduga ada kepentingan dari World Bank itu sendiri agar Indonesia mau berhutang lagi. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia sekarang sudah mulai mandiri dalam pendanaan pembangunan nasionalnya. Dengan diberikannya kedudukan terhadap orang Indonesia, Indonesia akan berhutang lagi kepada World Bank.

Dengan perginya Sri Mulyani per 1 juni 2010, maka posisi Menteri Keuangan akan lowong. Parpol peserta koalisi pun punya kepentingan terhadap satu kursi yang lowong itu. Namun sejauh ini seluruh partai koalisi sepertinya sepakat untuk tidak mengajukan calon dai kadernya masing-masing. Mereka sepakat untuk menyerahkan jabatan kosong itu kepada pihak professional. Namun itu kembali lagi kepada Presiden, karena semua itu adalah hak perogatif beliau sebagai Presiden.

Kepergian Sri Mulyani sepertinya sudah tak dapat dicegah lagi. Presiden dan KPK pun telah mengizinkan kepergiannya. Harapan rakyat Indonesia untuk melihat tegaknya hukum tanpa pandang bulu pun mulai sedikit memudar. Kini kita hanya dapat berharap kepada KPK untuk tetap bekerja dengan profesional, untuk tetap memeriksa beliau dan mengusut tuntas kasus bailout Bank Century. Selain itu diharapkan Indonesia tidak berhutang kembali kepada World Bank, dan tetap mandiri dalam pendanaan pembangunan nasionalnya. Dan untuk pengganti Sri Mulyani diharapkan dapat mewakili suara rakyat Indonesia yang menginginkan kesejahteraan dalam hidupnya.

Ahmad Faqih Mahalli
Departement MIT BEM KMFT UGM

Iklan

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wewwweww ..

  2. Oya saran kalo bisa dalam semingu MIT harus bisa sebar 2-3 isu
    ya semoga di mudahkan

  3. Terpilihnya Ical menjadi Ketua Harian Sekber, membuat Oligarki baru di Negeri ini antara Penguasa(SBY) dan Pengusaha). Bayangkan ketua Sekber berhak memenggil Menteri, luar biasakan.

    Ya kita berharap bangsa ini menjadi lebih baik lagi

  4. Hum… giliran di suru mundur bareng “Alumni kita yang terhormat itu”[WAPRES KITA SEKARANG], gak mau, alasannya banyak deh….

    Giliran karena diberi “hadiah”, baru dia mau mundur…

    Gini nih sifat para pejabat negara kita yang “TERHORMAT”, sangking terhormatnya, kalo disuru ninggalin jabatan, gak mau, bener bener mempertahankan, tapi kalo dikasih “jabatan” yang lebih “MAKYUS” {lebih tinggi, lebih baik, lebih lebih deh}, baru dia rela ninggalin jabatan “tinggi” yang lama. Alasannya intinya satu. “saya tidak sanggup kalau memegang dua amanah besar itu sekaligus, jadi salah satu harus saya tinggal”.

    Dasar…. >.<

    • Kalo saya melihat sri mulyani dan Boediono adalah Korban dari perpolitikan di iNdonesia. Sebenarnya titik masalah di Negeri ini adalah Partai politik. Di tangan vokoalis 2 Senayan inilah Pengawasan undang2 peraturan di buat, jadi jika Pemerintahan lepas kontrol ya Legslatif yang bermain disini. Tapi lihat sekarang malah akademisis yang menjadi korban.
      KIta tahu ICAL (ketum Golkar ) punya masalah sama Sri Mulyani akibat Bumu Resources yang sahamnya anjlok di IHSG akibat kebijakan Sri Mulyani. Dan kita tahu juga Sri MUlyani ingin bereformasi Kassus Pajak siICal. Nah Dengan Golkarnya inilah si Ical berusaha untuk menjatuhkan sri mlyni. Dan akhirnya Ical menang Sri mulyani mngundurkan diri.. Ical jadi Ketua Sekber Harian. Wah luar biasa , mau d bawa kmana Negeri ini

  5. kita liat aja entar, apa keterlibatan ibu sri mulyani ini bakal diusut, ato jangan-jangan dilupakan begitu aja..

    kalo sampe kita ngutang lagi,, yah ngasih warisan lagi ke generasi yang akan datang…

    semoga ga terjadi lah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: