Profil Departemen Advokasi dan Propaganda

20 September 2010 pukul 10:49 am | Ditulis dalam Berita Teknik - UGM | 1 Komentar

Mendengar kalimat Advokasi mungkin membuat bayangan di fikiran kita menjelajah ke ruang sidang di hadapan meja hijau. Ya, kerja advokasi memang kerja yang biasa dilakukan oleh seorang pengacara dalam pembelaan dan penanganan kasus kliennya. Lalu kenapa advokasi ada di Kampus teknik yang notabenenya canggih, berkaitan dengan kalkulus dan fisika? Karena kehidupan bersosial adalah keniscayaan. Dalam menghadapi problematika sosial dunia mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa KMFT UGM sebagai gerakan sosial mahasiswa di Fakultas Teknik hadir mencoba memberikan solusi sosial, dan advokasi adalah salah satu cara.

Secara sederhananya, advokasi adalah usaha untuk mengubah sebuah kebijakan yang tidak satu jalan dengan kesejahteraan dan keadilan ummat menjadi sesuatu kebijakan baru yang bisa menjadi solusi bersama. Dalam pencapaian hal tersebut, beberapa tindakan yang dilakukan adalah; investigasi, lobi, negosiasi, pressure dengan aksi dan propaganda, dan lain sebagainya. So, departemen ini memang yang biasanya paling stand by untuk turun menyuarakan tuntutan perbaikan di jalanan.

Struktur kepengurusan departemen:

Ketua                                                                    : Riva Al Haroni (T. Mesin 2008)

Sekretaris                                                            : Dewati Widitama (T. Fisika 2009)

Bendahara                                                          : Nur Aisyah Zahro (T. Geodesi 2008)

Div. Advokasi, lobi dan negosiasi               : Rheza Adipratama (T. Industri 2008)

Div. Aksi dan propaganda                             : Dion Bagus Nugraha B. (T. Nuklir 2008)

Div. Kajian dan investigasi data                  : Fajar Marendra (T. kimia 2008)

Div. Jaringan dan PSDM                                 : Bowo (DTM 2008)

Program-program kerja Departemen Advokasi dan Propaganda:

  1. Advokasi Mahasiswa (Beasiswa BOP, Beasiswa BBP, dan pengajuan keringanan pembiayaan SPMA).
  2. Pelatihan Advokasi Dasar.
  3. Aksi kebijakan.
  4. Kajian kebijakan.
  5. Study Banding Advokasi.
  6. Pembentukan Jaringan Advokasi, intra dan ekstra kampus.
  7. SMS pengaduan advokasi.
  8. Perpustakaan buku pergerakan.

Program-program yang telah dilaksanakan:

  1. Advokasi Mahasiswa (Beasiswa BOP dan BBP, UM-UGM, dan pengajuan keringanan pembiayaan SPMA). Kami menerima dan melayani pengaduan mahasiswa yang memiliki permasalahan dengan kebijakan-kebijakan kampus. Kasus yang paling sering terjadi (sampai-sampai dapat disimpulkan ini menjadi kasus utama advokasi setiap awal dan akhir semester). Kami melanjutkan proses publikasi penerima Beasiswa BOP dan BBP semester genap 2009-2010 kemudian melakukan pendataan dan wawancara calon penerima beasiswa BOP dan BBP semester ganjil 2010-2011. Posko UM UGM kami buka di Fakultas, sebagai sarana penyediaan pusat informasi dan pelayanan advokasi bagi peserta UM UGM apabila mereka mendapatkan kondisi yang ‘kurang kondusif’ ketika prosesi pra sampai pasca UM UGM. Untuk posko pengajuan keringanan SPMA untuk jalur UM juga SNMPTN, kami bekerja sama dengan BEM KM UGM karena kesepakatan peraturan dari rektorat untuk pengajuan keringanan pembiayaan SPMA hanya melewati satu pintu, BEM KM UGM.
  1. Pelatihan Advokasi Dasar. Selama 4 sesi pelatihan ini kami bekerjasama dengan departemen Advokasi fakultas se-UGM untuk melaksanakan agenda ini untuk efektivitas waktu juga tenaga pelaksana. Peserta pelatihan ini berasal dari anggota departemen yang baru, departemen advokasi se-UGM. Total rata-rata peserta per harinya adalah 30 orang.
  1. Aksi Kebijakan. Agenda ini dilaksanakan insidentil, menyesuaikan dengan isu yang sedang berkembang. Bukan berarti kita asal mengambil isu popular, tetapi isu yang tetap dalam filter dan pemahaman kita, bukan asal aksi-aksi saja. Beberapa aksi yang kami beri kontribusi adalah
  • aksi Advokasi for Palestine di FT,
  • aksi hari Bumi (bekerjasama denga Advokasi BEM F. Biologi dan SATUBUMI) dengan longmarch mengelilingi UGM dan SEMINAR HARI BUMI,
  • aksi mendesak pertanggungjawaban Budiono terhadap kasus Bank Century,
  • aksi dan propaganda secara berkelanjutan mengawal KIK, program penertiban kendaraan yang sebenarnya justru kontra produktif dengan fakta di lapangan,
  • dan terakhir Aksi 17 Agustus dengan mengadakan upacara bendera di bunderan ugm yang dilanjutkan dengan orasi.
  1. Kajian Kebijakan. Program ini berjalan 2 kali setiap bulan. Materi yang dibahas adalah isu-isu dan kebijakan-kebijakan yang sedang menjadi bahasan umum. Beberapa kajian yang dilaksanakan adalah kajian idealisasi perjuangan dan kajian BOP. Peserta kajian adalah internal departemen juga masyarakat mahasiswa luar departemen.
Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hoho,,,namaku kan Nur Asiyah Zahro, teknik geologi 2009…. 😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: