Harmoni Jogja-Senayan

3 Oktober 2010 pukul 8:54 pm | Ditulis dalam sebar isu | 2 Komentar

Tepat 1 Oktober 2010 kemarin, parlemen kita genap berusia 1 tahun. Dalam jangka waktu 1 tahun kepengurusan itu, apa yang sudah mereka hasilkan? Berapa banyak janji yang sudah meraka tepati? Mengecewakan. Melihat kondisi seperti itu, BEM KM UGM beserta seluruh BEM se-UGM melakukan aksi turun ke jalan. Jogja cabut mandat DPR RI menjadi tema yang di usung dalam aksi tersebut.

Pukul 10.00 pagi, sekitar 20 mahasiswa yang merupakan pewakilan dari beberapa lembaga mahasiswa di UGM berkumpul di Bunderan UGM dan bersiap untuk menyuarakan tuntutan mereka. Spanduk besar bertuliskan Jogja cabut mandat DPR RI dan beberapa poster yang menggambarkan buruknya kinerja anggota DPR selama satu tahun kepegurusan mewarnai aksi siang itu. Kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya menandakan dimulainya aksi.
Satu persatu perwakilan dari lembaga mahasiswa tiap fakultas maju untuk berorasi menyampaikan keluhan, tuntutan, dan harapan mereka kepada anggota palemen kita di senayan sana. Dimulai dengan orasi dari Iqbal dari BEM KMFT, lalu Mandela dari DEMA Justicia, Isdama dari Fisipol, dan yang lainnya. Umumnya yang mereka utarakan sama, bagaimana kenerja Parlemen selama satu tahun ini tak lebih dari sekedar menghaburkan uang semata. Dari target menyelesaikan 70 RUU menjadi UU, tak lebih dari 10 saja yang sudah menjadi UU. Ditambah lagi dengan beberapa kebijakan yang hanya menghamburkan uang. Pembangunan gedung baru, dan tamasya ke luar negeri menjadi agenda yang disesalkan oleh para mahasiswa tersebut. Agenda tersebut di anggap tak layak mengingat kerja mereka yang tertidur saat rapat, juga melihat kondisi rakyat Indonesia yang masih jauh dari sejahtera.
Sebuah teatrikal yang menggambarkan kinerja anggota DPR menjadi satu tontonan dalam aksi siang itu. Penggambaran dimana seseorang tertidur dengan asyiknya sambil membayangkan tamasyanya ke luar negeri dan juga kantor baru yang sangat mewah. Sebuah illustrasi dari kinerja anggota DPR kita sekarang. Lantunan lagu Darah Juang, Totalitas Perjuangan, dan Halo-Halo Jogja menambah semangat para mahasiswa. Aksi di akhiri dengan pembacaan surat pernyataan sikap oleh Presiden BEM KM UGM Aza El-Munadiayan yang didampingi oleh perwakilan lembaga, dan perwakilan mahasiswa daerah. [faqih]

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Gila ya,, dari 70 masih 10 yang disahkan…

    Kalo emang ga sanggup dari awal,, ya ga usah janji akan menyelesaikan 70 RUU…

    Lagi-lagi masih suka berjanji.. padahal kita udah bosen sama janji-janji ga mutu…

    ato jangan2,, waktu buat nyelesaiin kerjaan,, dipakai buat tamasya kali ya….

    parahhhhh..

    • apaan sih mba .. -,- hhahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: